pgsd.umsida.ac.id — Penelitian yang dilakukan oleh Dr Enik Setiyawati MPd, dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PGSD Umsida), menemukan bahwa penerapan model pembelajaran terpadu tipe connected mampu meningkatkan kompetensi ilmiah siswa sekolah dasar. Penelitian ini berfokus pada pembahasan materi cahaya di kelas IPA dan menunjukkan bahwa siswa lebih terampil dalam melakukan penyelidikan, bersikap ilmiah, serta mengkomunikasikan hasil penelitian setelah pembelajaran diterapkan dengan model ini.
Alasan Mengapa Model Connected Diterapkan dalam Pembelajaran
Belajar sains tidak hanya sebatas menghafal fakta, konsep, dan hukum, tetapi juga melatih siswa berpikir serta bekerja secara ilmiah. Menurut Dr. Enik, pembelajaran IPA yang baik seharusnya memberi ruang bagi siswa untuk menyelidiki, merumuskan masalah, mengumpulkan data, hingga menyampaikan kesimpulan. “Dengan model connected, siswa belajar mengaitkan antar konsep sehingga pemahaman menjadi lebih bermakna,” jelasnya.
Lihat Juga: Model Interaktif Picture and Picture Tingkatkan Motivasi Belajar IPA Siswa SD
Model connected merupakan salah satu bentuk pembelajaran terpadu yang menekankan keterkaitan antarkonsep dalam satu bidang studi. Dalam konteks penelitian ini, konsep tentang cahaya dikaitkan dengan berbagai subtopik, seperti sifat-sifat cahaya, hukum pemantulan, hingga proses mata melihat. Pendekatan ini membantu siswa memahami bahwa setiap konsep IPA saling berhubungan dan tidak berdiri sendiri.
Selain itu, pembelajaran ini juga mendukung pengembangan keterampilan ilmiah siswa. Mereka tidak hanya memahami materi, tetapi juga mengasah sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, kemampuan menerima pendapat orang lain, serta keterampilan bekerja sama dalam kelompok.
Peningkatan Kompetensi Ilmiah Siswa Melalui Model Connected
Penelitian dilakukan dalam dua siklus pembelajaran dengan pengamatan langsung pada siswa sekolah dasar. Data yang diperoleh menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tiga aspek utama kompetensi ilmiah:
- Kemampuan Penyelidikan – Siswa mampu menyusun rancangan percobaan, memilih instrumen yang sesuai, mengumpulkan data, hingga mengolah dan menyimpulkan hasil pengamatan. Misalnya, pada percobaan mengenai hukum pemantulan cahaya, siswa dapat menggunakan jarum pentul, papan datar, dan kaca untuk membuktikan konsep dengan baik.
- Sikap Ilmiah – Siswa menjadi lebih aktif memperhatikan pendapat teman, bekerja sama dalam kelompok, serta mengajukan pertanyaan yang mencerminkan rasa ingin tahu. Beberapa siswa yang awalnya pasif mulai berani mengemukakan pendapat dan terlibat aktif dalam diskusi kelompok.
- Komunikasi Ilmiah – Siswa mampu membuat laporan tertulis, menyampaikan hasil pengamatan, hingga berargumentasi berdasarkan data yang diperoleh. Dalam diskusi kelas, mereka mulai terbiasa memberikan masukan dan menanggapi hasil penelitian kelompok lain dengan suara jelas dan bahasa yang runtut.
Lihat Juga: Mewujudkan Guru Berkualitas, Mahasiswa PLP 1 Umsida Belajar dari Pengalaman di SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo
Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa model connected membuat pembelajaran lebih interaktif dan bermakna. Siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mengalami langsung proses ilmiah melalui kegiatan praktikum dan diskusi.
Implikasi dan Rekomendasi bagi Pendidikan Dasar
Penerapan model pembelajaran connected memberikan dampak positif bagi pengembangan kompetensi ilmiah siswa sekolah dasar. Menurut Dr. Enik, hasil penelitian ini sejalan dengan kebutuhan pendidikan abad 21 yang menekankan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. “Pembelajaran IPA harus mendorong siswa untuk mengalami, bukan sekadar menerima informasi,” tegasnya.
Bagi guru, model connected dapat menjadi alternatif strategi yang efektif untuk menghidupkan kelas. Guru tidak perlu hanya mengandalkan ceramah atau buku teks, tetapi bisa mengintegrasikan berbagai konsep dan menghadirkannya dalam bentuk praktikum sederhana. Media pembelajaran pun dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah, misalnya menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan.
Penelitian ini merekomendasikan agar sekolah dasar lebih banyak mengintegrasikan model connected dalam pembelajaran IPA maupun mata pelajaran lain. Dengan cara ini, siswa akan terbiasa berpikir terhubung, terbuka terhadap ide baru, serta memiliki kemampuan ilmiah yang baik sejak dini.
Dengan penerapan berkelanjutan, model connected diyakini mampu membentuk generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga terampil, kritis, dan siap menghadapi tantangan global.
Penulis: Mutafarida