pgsd.umsida.ac.id — Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) kembali menyelenggarakan Pamaran Education Media Expo pada 5 Desember di lantai 1 dan 2 Gedung FIP.
Kegiatan ini mengusung tema “Belajar Merancang, Berkolaborasi, dan Berinovasi Menuju Era Pendidikan 4.0”.
Pameran ini menegaskan bahwa calon guru SD tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghadirkan media yang membuat pembelajaran lebih mudah dipahami dan lebih bermakna.
Expo tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa PGSD angkatan 2024 serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang sedang menjalani program pertukaran mahasiswa di UNESA.
Kehadiran mahasiswa lintas kampus menambah warna pameran karena ragam ide, gaya visual, dan cara mempresentasikan media lahir dari pengalaman akademik yang berbeda.
Pamaran Education Media Expo pun menjadi ajang bagi mahasiswa untuk memamerkan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan media pembelajaran bagi siswa sekolah dasar.
Sejak pagi, suasana expo dipenuhi antusiasme mahasiswa, dosen, dan beberapa tamu yang hadir.
Stand-stand ditata di dua lantai dan menampilkan produk dengan konsep serta karakter yang beragam, sehingga pengunjung dapat melihat banyak pendekatan pengembangan media.
Ada stand yang mengedepankan permainan edukatif, ada yang menitikberatkan alat peraga tematik berbasis cerita, dan ada pula yang menghadirkan media digital interaktif.
Keragaman tersebut memperlihatkan bahwa satu tujuan belajar dapat dijembatani melalui desain media yang berbeda sesuai karakter materi dan kebutuhan siswa.
Pengunjung dapat berhenti di setiap stand untuk mencoba demonstrasi dan mencatat ide yang bisa diterapkan dalam pembelajaran tematik.
Ragam Karya dan Proses Presentasi Media Pembelajaran
Beragam media pembelajaran dipamerkan, mulai dari media visual, alat peraga tematik, hingga media digital interaktif.
Seluruh karya menunjukkan upaya mahasiswa dalam merespons perkembangan teknologi serta kebutuhan pembelajaran masa kini.
Tidak hanya memajang hasil akhir, para peserta juga diminta mempresentasikan proses pembuatan, tujuan penggunaan, serta kelebihan media yang mereka ciptakan.
Presentasi dilakukan langsung di masing-masing stand, sehingga pengunjung dapat bertanya, memberi masukan, dan memahami cara kerja media tersebut.
Beberapa karya memadukan unsur seni, literasi, dan numerasi.
Salah satu mahasiswa sekaligus peserta expo menilai kegiatan ini sebagai wadah penting untuk melahirkan calon pendidik yang kreatif dan profesional.
“Sangat perlu diadakan event Education Media Expo,” ujar Lucy.
Ia menambahkan, “Dengan event ini, mahasiswa sebagai calon tenaga pendidik menjadi lebih kreatif dalam pembuatan media pembelajaran yang inovatif, maju, dan modern, selaras dengan perkembangan teknologi saat ini.”
Lucy juga menjelaskan bahwa kemampuan menciptakan media merupakan keterampilan inti yang harus dikuasai guru SD agar proses belajar dapat berjalan lebih menarik dan bermakna.
Respons Pengunjung, Evaluasi Dosen, dan Harapan Kolaborasi
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari mahasiswa luar kampus, salah satunya Angelina Maulidiyah, mahasiswa PGSD Umsida, yang hadir sebagai pengunjung.
Ia mengakui pameran ini memberi manfaat besar tidak hanya bagi mahasiswa UNESA, tetapi juga bagi mahasiswa PGSD dari kampus lain.
“Event ini sangat menginspirasi. Banyak media yang ditampilkan sangat kreatif dan aplikatif,” ucap Angel.
“Saya mendapatkan banyak ide baru setelah melihat karya-karya di expo ini,” jelasnya.
Menurut Angel, kegiatan semacam ini membuka wawasan dan memperkaya referensi desain media yang dapat digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar.
Angel menambahkan bahwa kegiatan semacam ini membuka peluang kolaborasi antarmahasiswa PGSD dari berbagai perguruan tinggi.
“Jika ada kolaborasi antara UNESA dan kampus lain seperti Umsida, tentu inovasi media pembelajaran akan semakin berkembang dan bermanfaat luas bagi pendidikan dasar di Indonesia,” imbuhnya.
Menurutnya, pameran media pembelajaran bukan hanya ajang unjuk karya, tetapi juga ruang diskusi dan pertukaran gagasan yang mendorong keberlanjutan inovasi.
Ia memandang kolaborasi dapat mempercepat pengembangan media dan memperluas dampaknya di ruang kelas.
Acara ini sekaligus menjadi bentuk evaluasi mata kuliah pengembangan media pembelajaran. Para dosen menilai karya berdasarkan kreativitas, fungsi, estetika, serta kelayakan penggunaan di kelas.
Di akhir acara, beberapa karya terbaik diumumkan sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras mahasiswa.
Karya terbaik dibagi menjadi tiga kategori, yaitu media paling kreatif, media paling inovatif, dan media paling berdampak berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya Pamaran Education Media Expo ini, PGSD UNESA kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan calon guru yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tuntutan pendidikan di era digital.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan jaringan lebih kreatif dan kolaboratif antarmahasiswa PGSD di seluruh Indonesia.
Penulis: Achmad Zakhfa Muhaimin
Editor: Nabila Wulyandini















![IMG-20250222-WA0017[1] pgsd](https://pgsd.umsida.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250222-WA00171-150x150.jpg)

