Mahasiswa PGSD

Sepuluh Mahasiswa PGSD Umsida Magang Wijaba 2026 Perluas Pengalaman

pgsd.umsida.ac.id — Sebanyak sepuluh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) resmi dilepas untuk mengikuti program magang di Wijaba.

Kesepuluh mahasiswa tersebut adalah Nur Hadiana Firdian Oktaviani, Sabilah Firdausy Ramadhani, Muhammad Hilmi Alfathan, Brilliant Dina Arizki Rustia Arum, Inayatus Safinah, Salsabilah Nur Fitri, Nuril Hidayah, Achmad Firman Ridhoi, Chalishah Zuhroh, serta Shela Olivia Amanda Putri.

Pelepasan berlangsung di ruang rapat Kampus 1 Umsida.

Program magang ini merupakan bagian dari kerja sama yang telah terjalin antara Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Umsida dan Wijaba selama beberapa tahun terakhir.

Melalui skema tersebut, mahasiswa PGSD memperoleh ruang praktik yang lebih luas, bukan hanya untuk mengasah keterampilan mengajar, tetapi juga memperkuat kapasitas komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang dibutuhkan calon guru sekolah dasar.

Bagi PGSD, magang menjadi jembatan penting antara teori perkuliahan dan realitas pembelajaran di masyarakat. Mahasiswa akan berlatih menyusun rencana kegiatan, menjalankan pendampingan, melakukan observasi kebutuhan belajar, hingga menyusun laporan hasil.

Proses ini menuntut kedisiplinan, ketangguhan, serta kemampuan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi sasaran, karena lapangan sering menghadirkan situasi yang tidak selalu sesuai skenario kelas.

Kerja Sama yang Terus Berkembang

Mahasiswa PGSD

Dekan FPIP Umsida, Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Wijaba telah memberikan manfaat nyata bagi penguatan kompetensi mahasiswa.

Menurutnya, program yang pada awalnya berfokus pada pendidikan kini berkembang dan menyentuh bidang lain seperti lingkungan dan kesehatan.

Perluasan ruang belajar ini dinilai relevan karena pendidikan dasar tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan kualitas lingkungan belajar, kebiasaan hidup sehat, serta dukungan komunitas.

“Mahasiswa yang mengikuti program ini tidak hanya memperoleh pengetahuan di bidang pendidikan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk belajar langsung dalam bidang lain yang sangat relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat melalui tahap administrasi dan wawancara, sehingga peserta yang lolos diharapkan mampu menjaga etika, profesionalitas, dan nama baik prodi selama menjalani magang.

Dalam konteks PGSD, kerja sama ini memperkuat orientasi pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa tidak hanya menambah jam terbang, tetapi juga belajar memetakan masalah pembelajaran, merancang intervensi sederhana, dan mengevaluasi dampak kegiatan.

Pengalaman semacam ini penting untuk membentuk calon guru yang reflektif, yaitu mampu menilai efektivitas tindakan mengajar dan memperbaiki pendekatan ketika hasil belajar belum optimal.

“Kami berharap mereka dapat membawa banyak pengalaman dan kontribusi bagi program magang ini dan memajukan nama prodi PGSD, FPIP, serta Umsida,” tutup Dr. Septi.

Bali Menjadi Destinasi Magang Untuk Mahasiswa PGSD

Tahun ini, program magang Wijaba menghadirkan hal baru dengan melibatkan dua peserta yang akan ditempatkan di Bangli, Bali.

Skema penempatan lintas daerah tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa PGSD untuk memperluas wawasan tentang keragaman budaya, bahasa, dan pola komunikasi sosial yang berbeda dari lingkungan asal.

Pengalaman ini sekaligus melatih sensitivitas calon guru dalam menghadapi karakter peserta didik dan masyarakat yang beragam.

Country Director Wijaba, Arif Darmawan, menegaskan bahwa pembelajaran lapangan memberi nilai tambah karena mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung berhadapan dengan tantangan nyata.

“Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa dalam berinteraksi dengan berbagai karakter dan kondisi,” ungkap Arif.

Menurutnya, proses adaptasi di lokasi baru akan memperkaya cara pandang mahasiswa terhadap pendidikan dasar, terutama dalam membangun relasi yang sehat dengan anak, guru, dan komunitas.

Untuk membantu adaptasi, Wijaba menyiapkan sistem mentoring yang mencakup bimbingan dari program manager dan regional manager di Bali.

Pendampingan ini dirancang agar mahasiswa memahami ritme kerja, standar program, dan strategi membangun kolaborasi dengan sekolah serta komunitas setempat.

Dengan pendampingan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu bekerja terarah dan memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan. Evaluasi berkala juga dilakukan untuk menjaga kualitas program.

Arif menegaskan orientasi magang adalah dampak, bukan sekadar pemenuhan tugas.

“Mahasiswa diharapkan bukan hanya memperoleh profesi, tetapi juga memberikan kontribusi yang berarti bagi perubahan pendidikan nasional di Indonesia,” katanya.

Melalui magang ini, mahasiswa PGSD Umsida memiliki ruang untuk mengembangkan diri di luar perkuliahan formal, mengasah kompetensi yang dibutuhkan di sekolah dasar, serta membuktikan bahwa calon guru dapat hadir membawa solusi yang kontekstual dan bermanfaat.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

HIMA PGSD
Halalbihalal 2026 HIMA PGSD Eratkan Silaturahmi dan Solidaritas Mahasiswa
March 31, 2026By
Lailatul Qadar
Bukan Sekadar Begadang Ini 5 Amalan Menjemput Lailatul Qadar
March 20, 2026By
Guru SD
AI Bisa Mengajar Guru SD Tetap Tak Tergantikan di 2026
March 13, 2026By
Ramadan
Strategi Mahasiswa Tetap Produktif Saat Puasa Ramadan 2026
March 6, 2026By
HIMA PGSD
HIMA PGSD UMSIDA 2025-2026 Gelar Buka Bersama Penuh Refleksi
February 27, 2026By
Makanan Tradisional
Peran Makanan Tradisional dalam Tradisi Ramadhan 2026
February 24, 2026By
Strategi Menjaga Stamina Puasa Sesuai Sunnah Ramadan 1447 H
February 20, 2026By
Media Pembelajaran
Workshop 2026: Digital Guru SD Melalui Media Pembelajaran Berbasis AI
February 17, 2026By

Prestasi

Medali Perak
Medali Perak Ju-Jitsu Open Piala Koni Kabupaten Mojokerto: Jehan Aldama Raih Penghargaan
January 20, 2026By
UPSCC III
Anaa Raih Perunggu Tanding Kelas C di UPSCC III 2025 UNESA
January 6, 2026By
unesa
Ikmal Syarif, mahasiswa Program Studi PGSD semester 5 yang aktif di Tapak Suci Umsida, menghadapi tantangan besar saat mengikuti kompetisi UPSSC III 2025 yang digelar di GOR Internasional UNESA.
January 2, 2026By
pencak silat
Raih Juara 2 di UNESA Pencak Silat Challenge Competition 3, Dana Bagus Prastyo Buktikan Konsistensi
December 30, 2025By
Deisyah
Deisyah Amalia Rawethi Raih Medali Perak, Buktikan Kemampuan di Ajang Nasional
September 16, 2025By
Kejuaraan Pencak Silat Kanjuruhan Fighter Competition II 2025, Mahasiswa PGSD Berhasil Raih Juara 2
September 9, 2025By
mahasiswa
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Juara 1, Anzalna Alfa Tunjukkan Tekatnya di Kompetisi Indonesia Expo battle Piala DPR RI
September 5, 2025By
Mahasiswa
Prestasi Gemilang Mahasiswa PGSD Umsida, Syihabudin Robbani Raih Juara 1 di Kejuaraan Nasional Malang Championship 5
August 1, 2025By