pgsd.umsida.ac.id — Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala Koni Kabupaten Mojokerto yang berlangsung pada 17-18 Januari 2026 di GOR Gajah Mada Mojosari, Mojokerto, menjadi ajang kompetisi sengit bagi para atlet terbaik di Jawa Timur.
Salah satu yang berhasil mencuri perhatian adalah Jehan Aldama Dwi Rahmadani, mahasiswa Program Studi PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) Semester 3 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA).
Jehan berhasil meraih medali perak di kategori Fighting System Putri U+21 kelas -52, membuktikan bahwa semangat dan ketekunan dalam berlatih bisa mengantarkan pada prestasi yang membanggakan.
Awal Ketertarikan dan Perjalanan Jehan dalam Ju-Jitsu

Perjalanan Jehan dalam dunia olahraga Ju-Jitsu dimulai sejak ia memasuki perkuliahan di UMSIDA pada semester pertama.
Menurutnya, ketertarikan terhadap olahraga ini muncul karena keinginan untuk menyeimbangkan antara akademik dan aktivitas fisik.
“Sejak awal kuliah, saya memang tertarik dengan olahraga, dan saya ingin terlibat dalam kegiatan yang bisa memberikan manfaat di luar akademik. Saat itu, saya melihat kesempatan untuk bergabung dengan Cabor Ju-Jitsu yang kebetulan melakukan promosi di grup maba (mahasiswa baru),” kata Jehan.
Setelah melihat informasi mengenai Ju-Jitsu di grup tersebut, Jehan merasa tertarik dan langsung menghubungi contact person yang saat itu adalah Kak Robi, yang dengan cepat merespons dan menjelaskan lebih lanjut mengenai olahraga ini.
Jehan pun memutuskan untuk bergabung dengan tim Ju-Jitsu UMSIDA dan menjalani berbagai latihan fisik yang melibatkan teknik-teknik dasar seperti tendangan, pukulan, dan bantingan.
Keputusan ini ternyata menjadi titik awal bagi perjalanan panjangnya menuju medali perak di Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala Koni Kabupaten Mojokerto.
Proses Latihan dan Tantangan yang Dihadapi

Proses latihan Jehan tidaklah mudah. Ia berlatih secara disiplin setiap hari, baik di rumah maupun di kampus.
“Saya berlatih di rumah setiap hari, mengasah teknik-teknik seperti tendangan, pukulan, dan bantingan. Saya juga menyempatkan diri untuk lari setiap pagi. Selain itu, di kampus, kami latihan rutin setiap hari Rabu dan Sabtu,” ungkap Jehan.
Meskipun jadwal kuliah cukup padat, ia tetap berusaha menyelesaikan tugas kuliah lebih awal agar sore harinya bisa fokus latihan tanpa terganggu oleh beban akademik.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi Jehan adalah rasa malas dan jarak rumah yang cukup jauh dari kampus.
“Kadang, karena jarak rumah saya yang sekitar satu jam dari kampus, saya merasa malas untuk berangkat. Tapi, saya selalu mencoba untuk mengatasi rasa malas tersebut dengan meningkatkan motivasi diri,” tambahnya.
Selain itu, tantangan terbesar lain muncul saat ia berhadapan dengan lawan-lawan yang lebih berpengalaman, terutama di kategori U+21 yang banyak diisi oleh atlet yang lebih besar dan sudah berpengalaman di dunia Ju-Jitsu.
Meskipun demikian, Jehan tidak menyerah. Ia terus berlatih lebih keras dan disiplin, mempersiapkan dirinya dengan matang sebelum pertandingan.
“Melihat lawan yang lebih besar dan memiliki sabuk yang lebih tinggi memang membuat saya sedikit ragu, tapi saya tetap berusaha untuk tidak takut dan tetap fokus pada latihan yang sudah saya lakukan,” jelas Jehan dengan penuh keyakinan.
Makna di Balik Medali Perak dan Pesan untuk Mahasiswa

Setelah melalui perjuangan yang panjang dan penuh tantangan, Jehan akhirnya berhasil meraih medali perak dalam Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala Koni Kabupaten Mojokerto.
Meskipun target awalnya adalah medali emas, Jehan menganggap medali perak yang diraihnya sudah sangat berarti.
“Saya sangat bersyukur bisa meraih perak. Meskipun saya berharap bisa mendapatkan emas, posisi kedua ini menjadi pelajaran berharga. Saya tahu saya sudah berada di jalur yang benar, tapi masih banyak ruang untuk berkembang lebih baik lagi. Saya akan berlatih lebih keras lagi agar di pertandingan berikutnya saya bisa meraih emas,” kata Jehan.
Bagi Jehan, medali perak ini bukan hanya hasil dari latihan kerasnya, tetapi juga sebagai bentuk pembuktian diri bahwa ia bisa berprestasi di bidang olahraga meskipun banyak kesulitan yang dihadapi.
“Ini adalah pembuktian bahwa usaha saya selama ini tidak sia-sia. Saya ingin membuktikan kepada diri sendiri, kampus, dan orang tua saya bahwa saya bisa mencapai tujuan ini,” ungkapnya.
Pesan Jehan untuk Mahasiswa Lainnya
Keberhasilan Jehan Aldama Dwi Rahmadani dalam meraih medali perak di Kejuaraan Ju-Jitsu Open Piala Koni Kabupaten Mojokerto membuktikan bahwa dengan ketekunan, disiplin, dan dukungan orang-orang terdekat, seorang mahasiswa dapat mencapai prestasi di luar bidang akademik.
Jehan juga menyampaikan pesan motivasi kepada mahasiswa lainnya untuk tidak ragu mengeksplorasi bakat dan minat mereka di luar akademik.
“Saya ingin mengajak teman-teman mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru. Gunakan waktu kuliah untuk mengeksplorasi minat dan bakat kalian. Ingat, prestasi tidak hanya datang dari bangku kuliah, tetapi juga dari hobi-hobi kalian yang tertunda. Masa muda tidak datang dua kali, jadi manfaatkanlah dengan baik,” ujar Jehan.
Dengan pengalaman dan pencapaian yang diraihnya, Jehan berharap kampus dan fakultas terus memberikan dukungan kepada mahasiswa, baik dalam bentuk sarana latihan, pendanaan untuk kompetisi, maupun apresiasi atas pencapaian mahasiswa.
“Dukungan ini sangat penting untuk terus memotivasi kami agar lebih semangat dalam membawa nama baik almamater,” tutupnya.
Penulis: Nabila Wulyandini















![IMG-20250222-WA0017[1] pgsd](https://pgsd.umsida.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250222-WA00171-150x150.jpg)