pgsd.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus mengembangkan kurikulum yang adaptif agar calon guru memiliki kesiapan nyata menghadapi kebutuhan pendidikan dasar yang terus berubah.
Penguatan kurikulum ini diarahkan untuk membekali calon guru dalam merespons kebijakan pendidikan terbaru.
Memahami dinamika karakter peserta didik, serta memenuhi tuntutan kompetensi abad ke-21 mulai dari literasi, numerasi, penguatan karakter, hingga kemampuan berpikir kritis.
Perancangan kurikulum juga berangkat dari realitas sekolah dasar yang semakin beragam: kemampuan akademik siswa tidak seragam, latar belakang keluarga bervariasi, dan tantangan pembelajaran kian kompleks di kelas rendah maupun kelas tinggi.
Karena itu, mata kuliah disusun bukan sekadar untuk penguasaan materi ajar, tetapi terutama untuk membentuk kompetensi utuh calon guru, mencakup pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Pada aspek pedagogik, calon guru dipersiapkan agar mampu merancang pembelajaran secara terstruktur, mengelola kelas secara efektif, melakukan asesmen yang adil dan terukur, serta menerapkan strategi pembelajaran kontekstual yang sesuai kebutuhan dan karakter siswa.
Fondasi Ilmu Pendidikan Untuk Calon Guru

Pada tahap awal perkuliahan, mahasiswa dibekali mata kuliah dasar seperti Filsafat Pendidikan, Psikologi Pendidikan, dan Perkembangan Peserta Didik.
Mata kuliah ini menjadi landasan penting untuk memahami hakikat pendidikan, peran guru, serta karakteristik siswa sekolah dasar.
Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak, tetapi juga menganalisis penerapannya dalam praktik pembelajaran.
Melalui kajian tersebut, mahasiswa memahami bahwa siswa SD memiliki tahapan perkembangan yang berbeda-beda.
Hal ini menjadi dasar dalam merancang pendekatan pembelajaran yang sesuai usia dan kebutuhan belajar.
Pemahaman psikologis ini membantu calon guru menghindari pendekatan yang terlalu abstrak atau tidak kontekstual bagi siswa sekolah dasar.
Selain itu, mata kuliah Perencanaan Pembelajaran dan Strategi Pembelajaran membekali mahasiswa dengan kemampuan menyusun perangkat ajar secara sistematis.
Mahasiswa dilatih menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, modul ajar, serta instrumen asesmen yang selaras dengan capaian pembelajaran.
Penekanan diberikan pada perumusan tujuan yang terukur, pemilihan metode yang tepat, serta evaluasi yang berorientasi pada proses dan hasil belajar.
Penguasaan Materi SD dan Praktik Mengajar Untuk Calon Guru

PGSD juga menghadirkan mata kuliah konten bidang studi seperti Pembelajaran Bahasa Indonesia SD, Matematika SD, IPA SD, IPS SD, serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Mata kuliah ini tidak hanya membahas materi secara akademik, tetapi juga strategi menyajikan materi agar mudah dipahami siswa.
Dalam pembelajaran Matematika SD misalnya, mahasiswa diajak memahami konsep dasar numerasi dan cara menyederhanakan materi melalui pendekatan konkret dan kontekstual.
Sementara dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia SD, mahasiswa belajar mengembangkan keterampilan literasi melalui aktivitas membaca, menulis, berbicara, dan menyimak yang interaktif.
Mata kuliah Microteaching menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa terjun ke sekolah. Dalam sesi ini, mahasiswa mempraktikkan simulasi mengajar di depan dosen dan rekan sejawat.
Setiap praktik dievaluasi secara konstruktif untuk memperbaiki aspek penyampaian materi, penggunaan media, pengelolaan kelas, serta kemampuan komunikasi.
Selanjutnya, mahasiswa mengikuti Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) yang memberikan pengalaman langsung di sekolah dasar.
Melalui praktik lapangan ini, mahasiswa belajar memahami kultur sekolah, bekerja sama dengan guru pamong, serta menghadapi situasi nyata seperti perbedaan kemampuan siswa dan manajemen waktu pembelajaran.
Pengalaman ini menjadi proses pembentukan profesionalisme calon guru secara konkret.
Integrasi Teknologi dan Penguatan Karakter

Perkembangan teknologi pendidikan turut direspons melalui mata kuliah Media dan Teknologi Pembelajaran.
Mahasiswa dilatih memanfaatkan perangkat digital untuk mendukung pembelajaran, mulai dari pembuatan media presentasi interaktif hingga pemanfaatan platform pembelajaran daring.
Tujuannya bukan sekadar mengikuti tren digital, tetapi memastikan teknologi digunakan secara efektif dan tetap berlandaskan prinsip pedagogis.
Selain aspek akademik dan teknis, PGSD juga menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui mata kuliah Etika Profesi Guru dan Pendidikan Karakter.
Mahasiswa diajak memahami bahwa profesi guru tidak hanya berkaitan dengan transfer ilmu, tetapi juga pembentukan nilai dan teladan bagi siswa.
Lihat Juga: Medali Perak Ju-Jitsu Open Piala Koni Kabupaten Mojokerto: Jehan Aldama Raih Penghargaan
Integritas, tanggung jawab, empati, dan komitmen terhadap pembelajaran menjadi nilai yang terus ditekankan sepanjang perkuliahan.
Kurikulum yang terstruktur ini menunjukkan komitmen Prodi PGSD Umsida dalam menyiapkan calon guru sekolah dasar yang kompeten dan adaptif.
Perpaduan antara penguasaan teori, praktik lapangan, teknologi, dan penguatan karakter menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan yang siap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
Dengan pendekatan yang menyeluruh, PGSD berupaya melahirkan pendidik yang tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga mampu membangun lingkungan belajar yang inklusif, kreatif, dan bermakna bagi setiap siswa.
Penulis: Nabila Wulyandini















