pendidikan karakter

Pengintegrasian Pendidikan Karakter dalam Mata Pelajaran SD untuk Pembentukan Generasi Berkualitas 2026

pgsd.umsida.ac.id — Pendidikan karakter menjadi salah satu fokus utama dalam dunia pendidikan Indonesia, termasuk dalam pembelajaran di Sekolah Dasar (SD).

Di era modern ini, di mana perkembangan teknologi dan informasi begitu pesat, tantangan dalam mendidik generasi muda semakin kompleks.

Oleh karena itu, integrasi  dalam setiap mata pelajaran menjadi sangat penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berbudi pekerti, dan mampu menghadapi tantangan global.

Pengintegrasian dalam mata pelajaran di SD merupakan langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai positif sejak usia dini.

Hal ini bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur, seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, disiplin, serta rasa cinta tanah air.

Artikel ini akan membahas tentang pentingnya pengintegrasian pendidikan karakter dalam mata pelajaran di SD, serta manfaat yang dapat diperoleh bagi perkembangan anak-anak di masa depan.

Pentingnya Pengintegrasian Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran SD
pendidikan karakter

1. Membangun Karakter Sejak Dini
Anak-anak di SD berada pada tahap perkembangan yang sangat krusial dalam pembentukan karakter.

Di usia ini, mereka mulai menyerap nilai-nilai yang akan mempengaruhi cara berpikir, bersikap, dan bertindak sepanjang hidup mereka.

Oleh karena itu, pendidikan karakter yang dimulai sejak dini sangat penting untuk membantu mereka mengenal dan menginternalisasi nilai-nilai moral yang baik.

Pengintegrasian dalam mata pelajaran di SD bukan berarti menambahkan materi baru yang terpisah dari kurikulum yang ada, tetapi mengaitkan nilai-nilai karakter dengan konten pembelajaran yang sudah ada.

Misalnya, dalam mata pelajaran matematika, guru dapat mengajarkan tentang kejujuran dalam menghitung atau disiplin dalam menyelesaikan soal.

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, guru bisa menanamkan nilai-nilai kerja sama melalui tugas kelompok atau menghargai pendapat orang lain saat berdiskusi.

Dengan cara ini, pendidikan karakter bisa disisipkan dalam setiap aktivitas pembelajaran tanpa mengganggu alur materi.

2. Pendidikan Karakter dalam Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 (K13) yang diterapkan di sekolah-sekolah Indonesia juga menekankan pentingnya pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran.

K13 tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan afektif dan psikomotorik siswa. Pendidikan karakter dalam K13 terintegrasi dalam tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Pada ranah sikap, karakter seperti kejujuran, kedisiplinan, dan rasa hormat diajarkan melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Guru diharapkan menjadi teladan bagi siswa dengan menerapkan nilai-nilai karakter dalam setiap tindakan mereka, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Melalui pembiasaan ini, siswa tidak hanya mendengarkan teori tentang karakter, tetapi juga melihat dan merasakan langsung contoh-contoh perilaku yang baik.

Manfaat Pengintegrasian Pendidikan Karakter bagi Siswa SD

pendidikan karakter

1. Meningkatkan Kualitas Pendidikan Secara Holistik
Pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran di SD dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara holistik.

Tidak hanya kemampuan akademik yang berkembang, tetapi juga kualitas moral dan sosial siswa.

Anak-anak yang dibiasakan dengan pendidikan karakter akan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap tugas mereka, baik di sekolah maupun di masyarakat.

Mereka akan belajar menghargai perbedaan, bekerja sama, dan menunjukkan rasa empati terhadap orang lain.

Sebagai contoh, dalam mata pelajaran IPA, guru dapat mengaitkan topik tentang lingkungan dengan nilai-nilai cinta terhadap alam dan tanggung jawab sosial untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Hal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang materi, tetapi juga memperkuat rasa kepedulian mereka terhadap lingkungan.

2. Meningkatkan Keharmonisan Sosial di Sekolah
Selain itu, pendidikan karakter dapat meningkatkan keharmonisan sosial di sekolah.

Anak-anak yang diajarkan untuk bekerja sama, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab atas tindakan mereka cenderung lebih mudah beradaptasi dalam kelompok.

Mereka akan mampu menyelesaikan konflik dengan cara yang lebih baik dan belajar untuk berbagi serta saling membantu.

Pendidikan karakter juga membantu mengurangi perilaku negatif di sekolah, seperti bullying, ketidakjujuran, dan ketidakpedulian terhadap teman.

Dengan membangun rasa saling menghargai dan menghormati, anak-anak di SD dapat belajar untuk hidup dalam kerukunan dan kedamaian.

Hal ini tentu saja memberikan dampak positif bagi suasana belajar yang lebih kondusif.

Tantangan dalam Pengintegrasian Pendidikan Karakter

Meskipun pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran SD memiliki banyak manfaat, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi.

Salah satunya adalah keterbatasan waktu dalam menyampaikan materi karakter, mengingat banyaknya topik akademik yang harus diajarkan di SD.

Guru juga harus memiliki keterampilan khusus untuk dapat mengaitkan nilai-nilai karakter dengan materi pelajaran yang sesuai.

Selain itu, peran orang tua juga sangat penting dalam mendukung pembentukan karakter anak di rumah, sehingga pendidikan karakter tidak hanya berhenti di sekolah, tetapi juga terus berlanjut di kehidupan sehari-hari anak-anak.

Penulis: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Medali Perak
Medali Perak Ju-Jitsu Open Piala Koni Kabupaten Mojokerto: Jehan Aldama Raih Penghargaan
January 20, 2026By
Apresiasi
Evaluasi Akhir Semester PGSD: Pameran Karya Mahasiswa sebagai Apresiasi dan Motivasi
January 16, 2026By
UPSCC III
Anaa Raih Perunggu Tanding Kelas C di UPSCC III 2025 UNESA
January 6, 2026By
unesa
Ikmal Syarif, mahasiswa Program Studi PGSD semester 5 yang aktif di Tapak Suci Umsida, menghadapi tantangan besar saat mengikuti kompetisi UPSSC III 2025 yang digelar di GOR Internasional UNESA.
January 2, 2026By
pencak silat
Raih Juara 2 di UNESA Pencak Silat Challenge Competition 3, Dana Bagus Prastyo Buktikan Konsistensi
December 30, 2025By
nilai
Nilai Kasih Natal 2025 sebagai Perekat Persaudaraan Antarumat Beragama
December 26, 2025By
media expo
Pameran Education Media Expo 2025, PGSD UNESA Hadirkan Karya Inovatif
December 23, 2025By
hima pgsd
HIMA PGSD Umsida Umumkan Anggota Baru Periode 2025 2026
December 19, 2025By

Prestasi

Medali Perak
Medali Perak Ju-Jitsu Open Piala Koni Kabupaten Mojokerto: Jehan Aldama Raih Penghargaan
January 20, 2026By
UPSCC III
Anaa Raih Perunggu Tanding Kelas C di UPSCC III 2025 UNESA
January 6, 2026By
unesa
Ikmal Syarif, mahasiswa Program Studi PGSD semester 5 yang aktif di Tapak Suci Umsida, menghadapi tantangan besar saat mengikuti kompetisi UPSSC III 2025 yang digelar di GOR Internasional UNESA.
January 2, 2026By
pencak silat
Raih Juara 2 di UNESA Pencak Silat Challenge Competition 3, Dana Bagus Prastyo Buktikan Konsistensi
December 30, 2025By
Deisyah
Deisyah Amalia Rawethi Raih Medali Perak, Buktikan Kemampuan di Ajang Nasional
September 16, 2025By
Kejuaraan Pencak Silat Kanjuruhan Fighter Competition II 2025, Mahasiswa PGSD Berhasil Raih Juara 2
September 9, 2025By
mahasiswa
Mahasiswa PGSD Umsida Raih Juara 1, Anzalna Alfa Tunjukkan Tekatnya di Kompetisi Indonesia Expo battle Piala DPR RI
September 5, 2025By
Mahasiswa
Prestasi Gemilang Mahasiswa PGSD Umsida, Syihabudin Robbani Raih Juara 1 di Kejuaraan Nasional Malang Championship 5
August 1, 2025By