pgsd.umsida.ac.id — Ikmal Syarif, mahasiswa Program Studi PGSD semester 5 yang aktif di Tapak Suci Umsida, menghadapi tantangan besar saat mengikuti kompetisi UPSSC III 2025 yang digelar di GOR Internasional UNESA.
Ia datang ke ajang ini bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk menguji kemampuan diri dan menambah pengalaman bertarung di tengah lawan-lawan yang lebih berpengalaman.
Dalam ajang yang penuh persaingan ini, Ikmal mengungkapkan bahwa hanya untuk bisa tampil di arena tersebut sudah memerlukan perjuangan besar.
“UPSSC III 2025 di GOR Internasional UNESA itu penuh perjuangan untuk sekadar bisa bertanding di sana. Karena banyak atlet yang sudah berpengalaman, pertandingannya lumayan sulit,” kata Ikmal.
Sebagai seorang atlet yang baru terjun ke dunia kompetitif ini, Ikmal menyadari betapa besar tekanan yang ia hadapi di setiap pertandingan.
Gelaran tersebut memberi atmosfer yang menuntutnya untuk fokus penuh, mengingat pertandingan yang tidak hanya menuntut keterampilan fisik tetapi juga kecerdasan dalam menghadapi situasi di lapangan.
Tiga Bulan Persiapan dengan Porsi Meningkat
Ikmal mengungkapkan bahwa ia mempersiapkan diri selama sekitar tiga bulan menjelang kompetisi ini. Latihan intens dilakukan untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental.
“Kami mempersiapkan diri kurang lebih tiga bulanan. Mulai dari kedisiplinan, fisik, mental, strategi di gelanggang, dan yang paling utama sportivitas,” ujarnya.
Latihan yang terstruktur ini tidak hanya fokus pada teknik bertarung, namun juga membangun fondasi mental yang tangguh.
Dalam setiap sesi latihan, Ikmal dan tim Tapak Suci berusaha membentuk pola pikir yang dapat mengatasi berbagai tekanan yang muncul dalam pertandingan.
Porsi latihan yang terus meningkat dengan setiap pertemuan membantu Ikmal untuk lebih siap dalam membaca ritme pertandingan serta mengelola emosi saat menghadapi situasi yang tidak ideal.
Hal ini terbukti penting, mengingat kompetisi dengan lawan-lawan berpengalaman bisa membuat kondisi fisik dan mental terguncang dengan mudah.
Fokus Sempat Buyar, Tetap Tuntas sampai Akhir
Di tengah pertarungan, Ikmal sempat menghadapi sejumlah situasi sulit yang menguji konsentrasi dan ketenangannya.
Ia mengungkapkan bahwa terkadang situasi di luar dugaan bisa mengganggu fokus yang telah dipersiapkan dengan baik.
“Saya tetap fokus bertanding, meskipun pukulan lawan mendarat di area yang tidak seharusnya,” ucap Ikmal.
Ia mengakui bahwa kondisi ini membuat fokusnya sempat buyar di tengah pertandingan. Namun, meski menghadapi pukulan yang di luar prediksi, ia memilih untuk tetap bertahan dan melanjutkan pertandingan hingga selesai.
“Fokus saya sempat buyar di pertengahan pertandingan saat terkena pukul, tapi saya tetap melanjutkan hingga akhir,” tambahnya.
Pentingnya pengendalian emosi dalam menghadapi situasi tersebut menjadi evaluasi berharga bagi Ikmal. Ia menyadari bahwa untuk ke depannya, ia harus lebih detail dalam membaca gerak lawan dan menguatkan mentalnya agar stabil sepanjang ronde.
Hal ini menjadi bagian dari proses belajar yang sangat berharga untuk memperbaiki diri di setiap ajang yang diikuti.
Dukungan Tapak Suci dan Pesan untuk Terus Berproses
Dukungan dari tim Tapak Suci Umsida menjadi faktor kunci bagi Ikmal untuk tetap bersemangat dan bertahan dalam setiap tahap persiapan dan pelaksanaan lomba.
“Alhamdulillah, tim Tapak Suci Umsida memberikan support, mulai dari program latihan, fasilitas saat lomba, dan pembiayaan,” katanya.
Dengan dukungan penuh dari tim dan lingkungan yang kondusif, Ikmal merasa lebih siap dan percaya diri untuk menghadapi ajang-ajang selanjutnya.
Dalam menghadapi agenda berikutnya, Ikmal dan tim Tapak Suci tetap menjaga intensitas latihan tanpa mengabaikan pemulihan yang cukup.
Meskipun target untuk event selanjutnya belum diketahui, mereka tetap berlatih dengan konsisten untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi tantangan mendatang.
“Kami mempersiapkan untuk event ke depannya, meskipun target event belum diketahui,” ucap Ikmal.
Pesan terakhir Ikmal untuk dirinya sendiri dan rekan-rekannya adalah untuk terus berproses dan tidak mudah menyerah meskipun perjalanan yang ditempuh sangat sulit.
“Teruslah berproses… jalannya memang sulit, tapi bukan berarti menyerah adalah pilihannya. Berusaha sebaik mungkin dan ingat tujuan awal dimulainya proses ini,” ujarnya.
Pesan ini mencerminkan tekad kuat Ikmal untuk terus berkembang dan tidak berhenti berusaha, meskipun tantangan yang dihadapi semakin berat.
Penulis: Nabila Wulyandini


















![IMG-20250222-WA0017[1] pgsd](https://pgsd.umsida.ac.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250222-WA00171-150x150.jpg)