workshop edukasi iklim lewat skema Climate Fresk untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi isu-isu ekologis global.

Climate Fresk Umsida 2026 Bekali Mahasiswa PGSD Pemahaman Lingkungan

pgsd.umsida.ac.id – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sukses menyelenggarakan workshop edukasi iklim lewat skema Climate Fresk untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi isu-isu ekologis global.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret prodi PGSD UMSIDA dalam bentuk penerapan workshop Climate Fresk untuk membentuk lulusan calon guru sekolah dasar yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga peka terhadap isu lingkungan hidup.

Sebagai calon pendidik di tingkat dasar, mahasiswa PGSD yang mengikuti sesi Climate Fresk ini memegang peran mendasar dalam membangun pola pikir dan karakter peduli lingkungan kepada siswa sekolah dasar sejak dini.

Peran seorang guru SD sangat strategis karena proses pembentukan kebiasaan hidup ramah lingkungan yang dipelajari dalam Climate Fresk paling efektif dimulai pada usia sekolah dasar.

Melalui kerja sama prodi PGSD UMSIDA dengan pihak penyelenggara Climate Fresk dan dukungan Inovasi Australia, mahasiswa diajak memahami isu perubahan iklim melalui pendekatan permainan yang menyenangkan.

Workshop Climate Fresk ini dirancang secara khusus untuk membekali calon guru dengan wawasan lingkungan yang komprehensif agar dapat ditransfer kembali di dalam ruang kelas sekolah dasar.

Antusiasme peserta selama kegiatan Climate Fresk berlangsung menunjukkan tingginya komitmen mahasiswa PGSD UMSIDA dalam menyerap ilmu-ilmu baru berbasis pembelajaran kontekstual.

Pengalaman yang didapat dari acara Climate Fresk ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa saat menjalani praktik persekolahan maupun ketika bertugas sebagai guru profesional kelak.

Metode Interaktif Climate Fresk Tingkatkan Keaktifan Mahasiswa PGSD

Metode pembelajaran yang diterapkan dalam Climate Fresk menggunakan pendekatan permainan kartu kolaboratif yang mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi.

Para mahasiswa PGSD dibagi menjadi beberapa kelompok kerja dalam sesi Climate Fresk untuk memetakan hubungan sebab-akibat dari krisis iklim serta merumuskan langkah solusi nyata secara mandiri.

Model pembelajaran aktif dalam Climate Fresk ini sangat sejalan dengan prinsip-prinsip pembelajaran inovatif yang terus dikembangkan di lingkungan prodi PGSD UMSIDA.

Melalui kartu-kartu Climate Fresk, mahasiswa tidak hanya menerima informasi satu arah, melainkan diajak untuk berpikir kritis dan menyambungkan fakta-fakta ilmiah tentang kondisi alam terkini.

Melalui simulasi Climate Fresk ini, calon pendidik dapat merasakan langsung bagaimana materi krisis lingkungan yang rumit dapat dikemas menjadi sebuah aktivitas belajar yang seru dan mudah dipahami.

Keterampilan mengemas materi ala Climate Fresk seperti ini menjadi modal penting bagi mahasiswa PGSD dalam merancang strategi mengajar interaktif di sekolah dasar nantinya.

Pendidikan lingkungan hidup lewat Climate Fresk tidak lagi dipandang sebagai teori hafalan yang membosankan, melainkan sebuah pengalaman belajar yang bermakna bagi setiap peserta didik.

Inovasi media dan metode pengajaran dari Climate Fresk ini diharapkan dapat terus dipraktikkan oleh mahasiswa PGSD UMSIDA dalam kegiatan persekolahan dan pengabdian masyarakat.

Kontribusi Nyata Mahasiswa Lewat Climate Fresk

Lulusan PGSD UMSIDA yang telah mengikuti Climate Fresk diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai keberlanjutan lingkungan ke dalam ekosistem sekolah dasar.

Pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan Climate Fresk ini dapat langsung ditransformasikan menjadi kegiatan pembelajaran aplikatif yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang siswa.

Bentuk aksi nyata setelah pelatihan Climate Fresk ini antara lain adalah gerakan pemilahan sampah di kelas, penghematan energi, hingga penanaman pohon di lingkungan sekolah.

Mahasiswa PGSD UMSIDA dapat mengajarkan konsep ekologi berbasis Climate Fresk dengan mengajak siswa mengamati secara langsung perubahan lingkungan di sekitar sekolah mereka.

Melalui habituasi dari prinsip Climate Fresk yang diterapkan secara konsisten oleh seorang guru, pembiasaan menjaga kelestarian alam akan menjadi bagian dari karakter siswa sejak dini.

Prodi PGSD UMSIDA terus berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan program edukasi iklim seperti Climate Fresk ini agar dapat memberikan dampak positif yang lebih luas.

Ke depan, materi perubahan iklim model Climate Fresk diproyeksikan akan terus diintegrasikan ke dalam mata kuliah PGSD, pengembangan media ajar digital, serta program rancangan pembelajaran mahasiswa.

Sinergi berkelanjutan ini menegaskan posisi PGSD UMSIDA bersama Climate Fresk sebagai program studi yang berdedikasi tinggi dalam mencetak pendidik sekolah dasar yang inovatif, responsif, dan berwawasan lingkungan. (Finnaja)