pgsd.umsida.ac.id – Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pencerah (KKN-P) Kelompok 61 menghadirkan program kerja yaitu bimbingan belajar bagi anak-anak di Dusun Cabak RT.05 RW.02, Desa Kerep, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus menumbuhkan semangat belajar anak-anak di lingkungan masyarakat.
Program bimbingan belajar tersebut dilaksanakan sebanyak delapan kali pertemuan, yaitu setiap hari Selasa dan Jumat mulai 28 Juli 2026 hingga 21 Agustus 2026. Kegiatan ini menyasar kepada anak-anak mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD) di Desa Kerep.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-P Kelompok 61 ini berupaya menciptakan ruang belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak. Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada penyelesaian tugas sekolah, tetapi juga membantu peserta memahami materi pembelajaran melalui pendekatan yang lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sebagai mahasiswa dari fakultas pendidikan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menerapkan pengalaman dan pengetahuan dalam bidang pendidikan, khususnya dalam memahami karakteristik belajar anak serta menciptakan pembelajaran yang lebih menarik.
Pendampingan Disesuaikan dengan Kebutuhan Anak

Dalam pelaksanaannya, semua mahasiswa KKN-P Kelompok 61 mendampingi anak-anak belajar berdasarkan jenjang pendidikan dan kemampuan masing-masing. Kegiatan yang diberikan meliputi pendampingan mengerjakan tugas sekolah, membaca, berhitung, memahami materi pelajaran, serta memberikan penguatan terhadap konsep yang masih belum dipahami oleh peserta.
Mahasiswa KKN-P Kelompok 61 berusaha menghadirkan suasana pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga memperhatikan proses belajar anak. Berbagai aktivitas dikemas secara menyenangkan agar peserta merasa nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan mencoba memahami materi yang diberikan.
Pendekatan tersebut dilakukan karena setiap anak memiliki karakteristik dan kemampuan belajar yang berbeda. Dengan pendampingan secara langsung, mahasiswa dapat membantu anak-anak menemukan cara belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Salah satu peserta bimbingan belajar, Randy, siswa kelas 1, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya dalam memahami pembelajaran. Menurutnya, pendampingan mahasiswa KKN-P membuat kegiatan belajar terasa lebih menyenangkan.
“Bimbingan belajar ini sangat membantu dan menyenangkan. Kakak-kakaknya membimbing dengan baik, jadi saya lebih semangat untuk belajar,” ujar Randy.
Hal serupa juga dirasakan oleh Hasna, siswa kelas 4 yang mengikuti kegiatan bimbingan belajar ini, ia mengungkapkan bahwa kegiatan bimbingan belajar memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan membuat dirinya lebih termotivasi untuk belajar.
“Selama ikut bimbingan belajar, saya jadi lebih semangat belajar karena belajarnya menyenangkan. Saya juga sedih karena bimbingan belajarnya sudah selesai,” ungkap Hasna.
Bangun Semangat Belajar melalui Pengabdian Pendidikan

Antusiasme peserta selama mengikuti kegiatan menjadi salah satu gambaran bahwa bimbingan belajar mampu memberikan pengalaman pembelajaran yang positif bagi anak-anak Desa Kerep. Selain membantu memahami materi pelajaran, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan anak-anak untuk membangun kedekatan serta menciptakan suasana belajar yang lebih aktif.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-P Kelompok 61 berharap kegiatan bimbingan belajar dapat memberikan manfaat bagi anak-anak Desa Kerep, khususnya dalam meningkatkan minat belajar, dan membantu memahami materi pelajaran, serta membangun kepercayaan diri dalam proses pembelajaran.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa Pendidikan UMSIDA dalam menghadirkan pendampingan pendidikan di masyarakat. Melalui keterlibatan langsung bersama anak-anak, mahasiswa tidak hanya memberikan bantuan akademik, tetapi juga belajar memahami kondisi pendidikan di lingkungan masyarakat secara nyata.
Meskipun dalam rangkaian kegiatan bimbingan belajar telah selesai dilaksanakan pada 21 Agustus 2026, namun mahasiswa berharap semangat belajar yang telah tumbuh selama program berlangsung dapat terus dipertahankan oleh anak-anak Desa Kerep. Dengan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar, kebiasaan belajar yang positif diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat dalam perjalanan pendidikan mereka.
Program bimbingan belajar KKN-P Kelompok 61 ini menjadi salah satu langkah yang sederhana dalam menghadirkan pendidikan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, mahasiswa berupaya ikut mengambil peran dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi anak-anak Desa Kerep.
Penulis: Tim KKN














